Sambutan

Sabtu, 03 Mei 2014

Kasih Sayang Allah Tak terbatas

Kasih Sayang Allah Tak terbatas


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begitulah di  setiap surat Al Qur’an (kecuali surat At Taubah) dituliskan dalam kalimat Basmallah. Dan kita pun di anjurkan untuk memulai aktivitas hidup ini dengan mengucapkan Basmalah, sebagai bentuk pengakuan bahwa aktivitas manusia di muka bumi ini tidak lepas dari Rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Dan kita pun sebagai Mahluk-Nya di anjurkan untuk meniru dan menjalankan sifat Allah ini, sebagai Hamba yang penuh dengan kasih sayang terhadap sesama mahluk Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat di kisahkan, Suatu hari, seorang Arab badui yang sudah tua usianya masuk ke Masjid Nabi kemudian melaksanakan sholat. Lalu dia berdo’a dengan suara yang keras, “Ya Allah, kasih sayangilah aku dan Nabi Muhammad, dan janganlah Engkau sayangi seorangpun yang lain melainkan kami berdua saja.” Mendengar doa itu, maka Nabi berpaling kepadanya seraya berkata, ”Sungguh engkau telah menyempitkan rahmat Allah yang luas itu!” (HR. Turmidzi nomor 146)

Allah menegaskan ; (Q.s. Ghafir/Al-Mu’min: 7)
 “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu ”

Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Dengan demikian, rahmat (kasih sayang)-Nya juga dirasakan oleh segala sesuatu tersebut sebab Allah menggandengkan antara ilmu-Nya dan rahmat-Nya. Kasih sayang jenis ini dirasakan oleh badan selama di dunia, seperti: makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dsb.
Allah SWT, adalah Rahman dan Rahim (Maha Pengasih lagi maha Penyayang). Perbedaan kedua sifat ini menurut sebagian ulama’ tafsir terletak pada fungsinya. sifat Ar Rahman (Maha Pengasih) meliputi seluruh makhluk Allah baik yang beriman mau pun yang kafir. Allah memberikan alam semesta ini seperti air, udara, bumi,  panas matahari, Rizqi dan sebagainya ke semua makhluknya tanpa pandang bulu. Ada pun sifat Ar Rahim (Maha Penyayang) itu adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan Hamba Allah yang saleh saat berada di alam akhirat.

Begitu cinta dan sayangnya Allah SWT kepada Hamba-hamba-Nya, sampai-sampai Rasululloh menegaskan dalam sebuah riwayat, bahwa :
“Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dari pada seorang ibu terhadap anak bayinya” [HR Bukhari dan Muslim]
Sunnguh luar biasa, kita bisa membayangkan bagaimana cinta dan kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya. Apapun akan di lakukan seorang ibu demi kebaikan dan kwalitas hidup seorang anak. Walaupun kadang suatau saat kebaikan dan kasih sayang ibu dibalas dengan kejahatan dan kedurhakaan seorang anak. Tapi yang namanya seorang Ibu, walaupun demikian mereka akan tetap menyayanginya sampai kapan pun.

Kalau kasih sayang seorang Ibu begitu luar biasa, lantas bagaimana dengan kasih sayang dan Rahmat Allah yang tak terbatas, Sungguh kasih sayang Allah kepada Hamba-Nya melebihi apapun dan siapa pun. Meskipun hamba-hamba-Nya membalas dengan kemaksiatan dan kekufuran ,Allah SWT akan tetap menurunkan Rahmat-Nya. Hal ini di pertegas dalam QS. Az-Zumar : 53

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ
نُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُالذُّ
“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Ayat di atas menjelaskan bahwa Tidaklah ada seorang manusia kecuali pasti pernah terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Namun demikian, tidak sepatutnya bagi anak cucu Adam putus harapan dan enggan memohon ampun kepada Sang Khalik. Karena Dia pasti akan memberikan ampunan, walaupun dosa-dosa manusia itu sebanyak buih di lautan. Sebesar apapun dosa manusia, jika dia mau jujur untuk mengakui kesalahannya, kemudian bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat, maka ampunan dan rahmat-Nya pasti akan diberikan kepada sang hamba. Siang dan malam ampunan-Nya senantiasa terbentang, untuk hamba-Nya yang memohon ampun dengan ketulusan. Itulah kemurahan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman.

 KASIH SAYANG ALLAH MENDAHULUI MURKA-NYA

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :

“RahmatKu mendahului Murkaku.” (HR. Muslim)

Dalam Riwayat yang lain, Dari Ibnu ‘Abbas RA, dari Rasulullah SAW, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka siapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurNa. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”. [HR. Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shahihnya dengan redaksi yang sama]

Coba kita bayangkan, Jika Allah tidak penyayang dan sekadar membalas 1 kebaikan dengan 1 pahala, hanya berapa banyak manusia yang masuk surga ? jika Allah tidak Penyayang, maka semestinya niat kejahatan kita ditulis dan dibalas dengan 1 dosa ? serta kejahatan kita akan di balas 10 sampai 700 dosa . Tapi kenyataannya, Allah begitu sayang kepada kita. Sehinggah kasih sayang-Nya mendahului murka-Nya terhadap hamba-Nya yang durhaka.

Konon, dalam sebuah kisah di ceritakan bahwa kelak Allah memasukkan hamba-Nya ke surga bukan karena banyaknya pahala dan Ibadah seseorang, tapi karena Rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Oleh karenanya, marilah kita menjadi hamba-hamba yang penuh dengan kasih sayang, peduli terhadap kesulitan sesama mahluk Allah, dan menyayangi apa pun  semata-mata kecintaan kita kepada Allah SWT. Karena pada hakikatnya, Allah akan menyayangi kita sebagai hamba-Nya kalau kita juga menyayangi sesama mahluk Allah.

Rasululloh menegaskan ; “Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit”. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain; Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya”. (Shahih Muslim No.4283). Demikianlah kasih sayang dan Rahmat Allah tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya. Wallahu a’lam.

“Ya Allah Hamba menghadap dengan lautan dosa, Mengharap setitik Ampunan dan Belas Kasih-Mu. Karena Hamba yakin bahwa Kasih Sayang dan Rahmat-Mu lebih besar dari pada Dosa-dosaku.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Kritik dan Saran Anda !